Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Manokwari Cup Disoroti, Wasit Dan Hakim Diminta Ketegasan

Oleh Redaksi

26 September 2022 23:12 342 VIew

''Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup di GOR Sanggeng Manokwari ''

Manokwari, arfaknews - Ketua Sasana Coisi Key menyoroti Penyelenggaraan Kejuaraan Tinju Amatir memperebutkan Piala Bupati. Dia menjelaskan Kejuaraan Tinju Amatir yang digelar oleh Pertina Kabupaten Manokwari dalam memperebutkan Piala Bupati  merupakan suatu terobosan untuk membangkitkan kembali semarak olahraga Tinju di Kabupaten Manokwari.

"Ini momentum awal untuk menghidupkan kembali semangat Tinju yang sudah tertidur selama 20 tahun ini. Namun semangat itu perlu dibarengi dengan penerapan aturan pertina yang sesuai dengan standar tinju amatir sehingga mendidik atlet - atlet muda untuk menaati aturan Tinju,"kata Ketua Sasana Coisi Key, Daud Indouw.

Intelektual Arfak ini memaparkan beberapa hal - hal yang perlu diperhatikan oleh para wasit dan hakim serta Panitia Kejuaraan Tinju Amatir Bupati Cup Tahun 2022.

Saya lihat ketika mereka (atlet) bertanding diatas ring, ada yang pakai pukulan kampung, tetapi dibiarkan oleh wasit. Kami takut, jangan sampai berakibat fatal. Kemarin sempat atlet kami dikopeng hingga pelipis keningnya pecah,"ungkapnya.

"Kami minta Wasit harus jeli melihat itu, jika ditegur namun terulang lagi, maka diberikan diskualifikasi,"sambungnya.

Disisi lain, Ketua Sasana Coisi Key meminta hakim dan wasit profesional memberikan penilaian secara objektif dalam pertandingan.

"Kami minta hakim untuk memberikan nilai yang objektif. Menghitung poin sesuai dengan standar pukulan berdasarkan aturan, jangan pukulan kampung dihitung sebagai poin. Wasit dan hakim harus profesional, sebab yang kita cari ini bukan kemenangan tetap bagaimana mencari bibit atlet tinju untuk kabupaten Manokwari ke depan,"tuturnya.

Dia juga meminta pihak Sasana untuk tidak mengintervensi keputusan hakim, wasit saat pelaksanaan tinju.

"Saya juga minta kepada panitia untuk selektif, jangan ada atlet dari cabang olahraga Karate atau Muay Tai, ikut berlaga dalam kejuaraan tinju Amatir.  Kalau mau bermain maka harus undur diri dari Cabor tersebut sebab jika dipaksakan maka harus diberikan diskualifikasi,"pinta Daud.

Daud juga mengkritik salah satu sasana yang berlatih dalam arena Tinju. " Kami minta kepada Panitia untuk tegur jika ada Sasana yang berlatih di arena Tinju. Saya minta pelatih untuk tunjukan jalan yang baik buat atletnya sehingga tidak boleh latihan disitu. Kalau pemanasan oke, tetapi latihan tidak boleh.

Kami minta mantan - mantan pemain tinju seperti Bapak Lodewijk Akwan dan bapak Adolof Bonsafia untuk memberikan masukan dan saran kepada panitia agar penyelenggaraan Kejuaraan Tinju bisa berjalan sesuai dengan aturan sehingga momen ini benar - benar digunakan untuk mencari bibit bukan mencari pemenang"tandasnya.


Berita Terkait