Proyek Mangkrak, Inspektorat Biak Numfor Diminta Audit Dana Desa TA 2018 di Pomdori Numfor Barat

Oleh Redaksi

25 August 2022 00:12 889 VIew

''Bangunan Mangkrak Proyek Pembangunan Lapangan Futsal Kampung Pomdori Distrik Numfor Timur Kabupaten Biak Numfor Papua''

Manokwari, arfaknews - Proyek mangkrak, masyarakat minta Aparat Penegak Hukum Periksa Sekretaris Kampung Pomdori Distrik Numfor Barat Kabupaten Biak Numfor atas Pembangunan Gedung lapangan Futsal yang tidak diselesaikan.

Proyek pembangunan tersebut menggunakan Dana Desa (DD) Tahun 2018 senilai Rp. 350.000.000,-  tipe 20 x 30, namun memasuki semester ke dua  tahun 2022 proyek tersebut belum juga diselesaikan. Hanya bangunan kerangka dan atap yang tertancap berdiri sementara dasar dan dinding bangunan masih kosong.

"Kami [masyarakat] sangat disayangkan jika telah dibangun dan dibiarkan seperti ini, padahal sudah dianggarkan, bahkan anggarannya sudah cair 100 persen tapi belum diselesaikan," kata Piter salah satu warga Kampung Pomdori.

"Kami minta Inspektorat Kabupaten Biak Numfor  untuk mengaudit Dana Desa tahun 2018. Kami juga minta Aparat Kepolisian Biak Numfor untuk panggil dan periksa Sekretaris Kampung Pomdori,"kata dia.

Disisi lain, dia juga meminta aparat Kepolisian Polda Papua Barat untuk periksa yang bersangkutan, karena diduga sekretaris Kampung Pomdori sedang berdomisili di Kabupaten Manokwari,"katanya.

Dia menilai jika praktik - praktik ini dibiarkan maka aparat Kampung (Desa) akan bertindak sewenang-wenang dengan menyalagunakan anggaran untuk kepentingan pribadi, terutama kepala Kampung, Sekretaris dan Bendara. Karena itu, ia berharap aparat kepolisian memeriksa Sekretaris Kampung Pomdori atas dugaan penyalahgunaan Dana Desa terkait pembangunan gedung lapangan futsal di Kampung Pomdori yang tak kunjung diselesaikan.

Kepala Kampung Pomdori Distrik Numfor Barat Kabupaten Biak Numfor, Alex Wanma yang dikonfirmasi media ini saat berada di Manokwari, Senin (22/8/2022), membenarkan proyek tersebut merupakan salah satu rencana Pembangunan Desa yang dibiayai Dana Desa Tahun Anggaran 2018.

Sudah cair 100 persen bersumber dari Dana Desa pada tahun 2018.  Progres pekerjannya dengan cara padat karya tunai atau masyarakat dipekerjakan dalam proyek tersebut,"ujarnya.

Dia menjelaskan, dari total Dana Desa yang dianggarkan kepada Kampung Pomdori tahun anggaran 2018, dibagi ke dalam beberapa pekerjaan fisik dan bantuan hibah kepada masyarakat.

Saya [kepala Kampung] dan bendahara bertanggung jawab untuk kegiatan pengadaan perahu viber beserta motor tempel 15 PK sebanyak 3 unit dan pembangunan 3 unit rumah rumah.  Sementara Sekretaris Kampung bertanggung jawab untuk pembangunan Lapangan Futsal Kampung Pomdori tipe 20x30 dengan total anggaran senilai 300-an juta.

Dari progres tersebut, kata Wanma pekerjaan pembangunan 3 unit rumah dan pengadaan perahu Viber berserta motor tempel 15 PK diselesaikan. Sementara, kegiatan pembangunan lapangan futsal yang dikordinir oleh sekretaris Kampung tidak diselesaikan hingga memasuki tahun 2022 ini,"katanya.

Wanma menambahkan dalam rapat kampung masyarakat pertanyakan lapangan tersebut.  "Mereka pikir mungkin kami bermain mata [kongkalikong] dengan anggaran itu. Tetapi saya mau sampaikan bahwa saya tidak tahu dengan anggaran pembangunan lapangan futsal sebab proses pencairannya saya tidak terlibat, hanya Sekretaris dan Bendahara,"bebernya.

"Masyarakat ada marah,  minta agar tidak ada tambahan anggaran lagi untuk menyelesaikan pembangunan itu. Pengelola [Sekretaris Kampung] harus bertanggung jawab. Dan saya tegaskan bahwa tidak ada tambahan anggaran, pengelola harus bertanggungjawab ,"tegasnya.

Wanma juga menjelaskan sejauh ini belum ada audit dari Inspektorat Biak Numfor atas penggunaan dana desa di Kampung Pomdori.

"Belum ada tim dari inspektorat yang turun audit. Atas pertanyaan masyarakat, silahkan masyarakat melapor ke inspektorat  untuk mengaudit dana dana desa. Masyarakat juga silahkan melapor ke aparat atas bangunan futsal yang tidak diselesaikan biar ada kejelasan,"tuturnya.

"Saya juga sayangkan, pekerjaan sudah habiskan uang besar namun tidak diselesaikan. Hancur sekali, menari diatas penderitaan masyarakat,"tukasnya.

Sekretaris Kampung Pomdori berinisial MD, merupakan aparat PNS distrik Numfor Barat yang ditugaskan sebagai Sekretaris Kampung Pomdori Biak Numfor. Kini, MD juga ditugaskan untuk menjabat sementara sebagai Plt. Kepala Kampung Rimba Raya Numfor Barat, Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua.


Berita Terkait