Polres Manokwari Tetapkan 3 Aparat Kampung Bakaro Sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa

Oleh Redaksi

11 August 2022 21:09 563 VIew

''Kasat Reskrim Polres Manokwari, Iptu Arifal Utama, SH., STK., SIK., MH.,''

Manokwari, arfaknews -- Kepolisian Resor (Polres) Manokwari menetapkan Penyelenggara Kampung Bakaro Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari  berinisial AM, LAB, dan PM sebagai tersangka penyalahgunaan Pelaksanaan Kegiatan Pada  Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2017 dan TA. 2018

Kapolres Manokwari AKBP PARASIAN H.GULTOM, S.I.K., M.Si melalui Kasat Reskrim,  Iptu Arifal Utama, SH., STK., SIK., MH., mengatakan akibat perbuatan para tersangka negara mengalami kerugian sebesar Rp.533.987.004,43 juta.

Dia menjelaskan sejak Tahun 2021 pihaknya telah mengupayahkan untuk mengembalikan dugaan kerugian negara tersebut. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan tidak mampu mengembalikan. Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, maka kepolisian berkesimpulan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki iktikad baik untuk mengembalikan kerugian negara pada TA. 2018 tersebut.
"Kemudian kita melakukan langkah penyidikan dan saat ini sudah kita tetapkan sebagai tersangka," ujarnya.

Ia menambahkan Polres Manokwari telah melakukan gelar perkara kasus tersebut. Berdasarkan keterangan tersangka, penyalahgunaan DD tersebut dilakukan secara bersama sama oleh Penyelenggara kampung Dia menjelaskan bahwa para tersangka dalam keadaan sadar atas kehendak diri sendiri dan orang lain melanggar ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku setelah dilakukan pencairan dana desa TA. 2018 dikuasai dan tidak direalisasikan sesuai dengan APBK kampung/desa kemudian sebagian dana desa tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi penyelenggara kampung dan tidak dapat dipertanggungjawabkan peruntukannya sampai saat ini.

Tersangka disebutkan tidak menggunakan alokasi anggaran sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku dan Ada sejumlah program yang seharusnya dilaksanakan tersangka.

"Banyak item yang harus dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan. Tapi, yang bersangkutan tidak menggunakan sesuai dengan ketentuan. Dan pelaksanaan kegiatan pengelolaan Dana Desa pada Kampung Bakaro Distrik Manokwari Timur Kab. Manokwari TA. 2018 yang diduga kuat dilakukan secara bersama – sama oleh Penyelenggara Kampung Yaitu  AM, LAB, dan PM tidak perna sama sekali melibatkan Aparat dan Warga Kampung / Desa lainnya sesuai dengan kewajiban dan ketentuan peraturan dalam pengelolaan keuangan Kampung/Desa, sehingga penggunaan Dana Desa tersebut terdapat beberapa Item kegiatan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan tidak tepat sasaran sesuai dengan Program dan Kegiatan yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kampung Bakaro (APBK) TA. 2018

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00  ( dua ratus juta rupiah ) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00  ( satu milyar rupiah ). 


Berita Terkait