Polres Manokwari Beberkan Keunggulan Tim Inafis Dalam Mengungkap Kasus Kriminal

Oleh Redaksi

04 August 2022 11:09 372 VIew

''Tim Inafis Polres Manokwari ''

Manokwari, arfaknews - Tim Indonesian Autimatic Finger Print Indentification System (Inafis) Polres Manokwari beberkan keunggulan Tim INAFIS dalam mengungkap kasus kriminal di masyarakat.

Kasat Reskrim Polres Manokwari melalui Kaur Indentifikasi Bripka I Wayan Sudiatmika mengatakan Tim Inafis Polres Manokwari sebagai bantuan teknis penyidik dalam mengungkapan kasus - kasus kriminal seperti penemuan mayat, pembunuhan, pencurian maupun kasus kriminal umum lainnya.

"Tugas dan fungsi Tim Inafis membantu reserse kriminal dalam melakukan olah tempat kejadian perkara di lapangan, memotret  tahanan dan pengambilan sidik jarinya. Selain itu, Tim Inafis juga membuka pelayanan kepada masyarakat yang mengurus surat Rekomendasi Catatan Kriminal (RCK) dan Sidik Jari,"kata Kaur Identifikasi Reskrim Polres Manokwari, Bripka I Wayan Sudiatmika, Rabu (3/8/2022).

Dia memaparkan Tim Inafis telah miliki berbagai peralatan yang digunakan untuk mengungkap identitas pelaku kejahatan, identitas dari korban dan mengungkap sidik jari.

"Kita telah miliki Inafis Portable System dan Alat Digitalisasi AK-23, kita juga sudah punya kamera, Handycam dan berbagai alat - alat lainnya yang dibantu oleh Inafis Mabes Polri,"katanya.

Dengan Alat Inafis Portabel Sistem, lanjut dia dimanfaatkan untuk mengungkap mayat yang belum ada identitas, dan atau mengambil sidik jari korban. Jika korban atau pelaku yang sidik jari sudah terdaftar dalam E - KTP maka secara otomatis identitasnya akan muncul dalam alat tersebut sehingga memudahkan penyidik untuk mengungkap korban atau pelaku.

Selain itu, alat digitalisasi AK 23 untuk pembuatan sidik jari. Dengan alat ini, memudahkan tim untuk melacak sidik jari yang sudah terdaftar di E - KTP.  Setelah di-scanninh data identitas akan muncul dengan sendirinya. 

Kendala lain, jika suatu TKP diluar dari jaringan internet akan menyulitkan tim Inafis untuk mengakses olah TKP. Saat ini, semua alat tim inafis sudah cukup lengkap, hanya SDM yang perlu ditingkatkan sehingga bisa mengoperasikan peralatan tersebut.

Kita sedang konsultasi dengan Polda Papua Barat agar setiap tahun harus ada pelatihan kepada tim inafis sehingga tim identifikasi lebih berkompeten dalam mengungkap sidik jari pembanding sehingga dengan mudah melacak kasus - kasus kriminal.

Pasalnya, tim sedikit terhambat apabila tidak menemukan sidik jari pembanding akan sulit untuk  mengindentifikasi pelaku kriminal tertentu. Namun dia memastikan dengan SDM yang unggul tim pasti mampu mengungkap masalah tersebut.

I Wayan menambahkan Tim Inafis sebagai garda terdepan dalam membantu Polri mengungkap kasus kriminal di masyarakat telah berkontribusi dalam menekan tingkah kriminalitas dengan mengungkap berbagai kasus - kasus kriminal di masyarakat.

Beberapa kasus - kasus di Manokwari yang telah kita selesaikan, diantaranya berbagai kasus pencurian, kriminalitas, penemuan mayat dan kasus rusuh pada 19 Agustus 2019 lalu di Manokwari.

Kasus pembunuhan, kita temukan barang bukti, kita temukan darah, air liur, kita kirim ke laboratorium Forensik untuk diuji. Kita juga berupaya mengungkap berbagai kasus kebakaran di Pasar Wosi dan Sanggeng.

Saya harap Polda Papua Barat harus miliki Laboratorium Forensik sendiri sehingga tidak dirujuk lagi ke Labor di Jayapura atau Jakarta,"tandasnya.


Berita Terkait