MRP Papua Barat Bantah Tudingan Direktur LBH Gerimis Terkait Gaji MRP

Oleh Redaksi

10 May 2022 02:12 973 VIew

''Yulianus Thebu, Anggota MRP Papua Barat Utusan Masyarakat Adat Raja Ampat saat dampangi Ketua MRP Papua Barat, Maxsi Nelson Ahoren dan Ketua Pokja Adat MRP''

Manokwari, arfaknews - Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat membantah pernyataan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerimis Papua Barat yang menuding Gaji Pokok MRP Papua Barat lebih besar dari Gaji Gubernur dan Wakil Gubernur. 

"Secara kelembagaan, MRP bantah tudingan yang disampaikan oleh Direktur LBH Gerimis bahwa Gaji pokok Ketua dan Anggota MRP lebih Besar dari Gaji Pokok Gubernur dan Wakil Gubernur di seluruh di Indonesia,"kata Yulianus Thebu, Mantan Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga MRP Papua Barat kepada media ini, Selasa (10/5/2022). 

Yulianus menerangkan, tudingan yang disampaikan oleh Direktur LBH Gerimis adalah fitnah terhadap lembaga dan 42 Anggota MRP Papua Barat. 

"Yoseph dapat data dari siapa, sampai bisa tahu Gaji pokok MRP lebih Besar dari Gaji Gubernur dan Wakil Gubernur,"tanya Yulianus sembari menegaskan bahwa tudingan Direktur LBH Gerimis terlalu dini.

"Mau tanya Gaji Pokok Ketua dan Anggota MRP Papua Barat, silahkan tanya sama pemerintah. Gaji MRP Papua Barat ditransfer langsung masuk ke rekening masing - masing Anggota, tidak dibayar manual lagi. 

Gaji MRP ini sudah diatur oleh Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2004 tentang besar, jumlah dan jenisnya. Jadi tidak ada disitu yang tambah, atau kurang atau pangkas. Gaji dan tunjangan diproses dari BKAD dikirim melalui Bank Papua langsung ke rekening Anggota MRP. Jadi berhenti sudah, menjustifikasi sesuatu yang sebenarnya anda tidak tahu,"ujar Thebu.

Sejauh ini, belum ada temuan dari inspektorat terkait masalah Gaji, tunjangan dan lain - lain. Saya pikir ada inspektorat dan BPK yang akan melakukan pemeriksaan jika kemudiaan terjadi masalah yang menyangkut penyalahgunaan anggaran. Semua ada aman - aman saja,"ungkapnya. 

Anggota MRP perwakilan Masyarakat Adat Raja Ampat ini menambahkan Isu Gaji ini sudah pernah dipermasalahkan pada 2020 lalu, namun ketika Kejaksaan telusuri ternyata tidak benar. 


Gaji MRP sendiri sudah tersistem di keuangan. Siapapun tidak bisa otak atik atau main kongkalikong terkait Gaji, karena sudah diatur dengan aturan. Sekretariat MRP juga tidak bisa rubah Gaji MRP karena semua diatur oleh aturan. Sistem akan menolak jika kita tambahkan, kurangi atau pangkas Gaji MRP,"terangnya.

Sekali lagi kami minta kepada Saudara Yoseph untuk berhenti serang MRP dengan berbagai tudingan yang tidak benar. MRP akan ambil langkah tegas kepada saudara ketua LBH Gerimis sebab semua yang disampaikan oleh Yoseph dan kawan - kawannya  adalah fitnah terhadap 42 Anggota MRP dan terkesan memprovokasi masyarakat untuk menyerang Lembaga MRP. 

Yoseph berhenti mendiskreditkan Lembaga MRP. Ini Lembaga Kultur orang Asli Papua, tolong jaga Marwa dan citra Lembaga Kultur orang Asli Papua. Kalau kalian tidak senang dengan Lembaga atau oknum di MRP silahkan datang ke MRP untuk sampaikan pengaduan dan cek sendiri secara langsung sekaligus verifikasi informasi. Jangan berkoar - berkoar  di media. 

"Kalau saudara Ketua LBH Gerimis punya data lengkap silahkan laporkan ke KPK atau Kejaksaan. Berhenti berkoar - berkoar di Media, tolong hargai marwa Lembaga Kultur orang asli Papua," tegas Thebu.


Berita Terkait