GMNI Papua Barat Pertanyakan Komitmen HIPMI Membangun SDM Papua

Oleh Redaksi

19 April 2022 02:08 2256 VIew

''Silas Kalasuat Ketua DPD GMNI Papua Barat "Working Ideologi"''

Jakarta, arfaknews - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia  (DPD GMNI) Papua Barat Working Ideologi Silas Kalasuat pertanyakan sumbangsi  Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat, dalam mencetak generasi muda papua untuk bisa menjadi pengusaha yang siap bersaing secara lokal, nasional dan global. 

Kami berharap HIPMI bisa mencetak anak - anak muda Papua menjadi pengusaha yang berprestasi baik di tingkat lokal maupun nasional. Jangan HIPMI hanya kejar proyek untuk menjadi target utama di Papua Barat tetapi bagaimana bisa memberikan kontribusi sehingga dalam waktu Lima tahun kedepannya putra putri papua sudah bisa mengelola sumber daya alam maupun sumberdaya manusia dalam Membangun Papua Barat,"kat Silas Kalasuat. 

 "HIPMI dilahirkan bertujuan untuk mencetak entrepreneur muda yang berjiwa kreatif, dan inovatif. Mereka juga tidak mudah menyerah dalam menghadapi persaingan dunia usaha, dan mempunyai jiwa kepemimpinan," ujar Silas.

Silas mengutip pernyataan Ketua Umum HIPMI bahwa HIPMI adalah wadah organisasi yang melahirkan  entrepreneur muda yang lebih hebat. Hal ini dikatakan Ketua Umum HIPMI Mardani H. Maming pada saat pembukaan Musyawarah Daerah V BPD HIPMI Papua Barat tahun 2021.

Untuk itu menurut silas, hadirnya HIPMI papua barat sudah jelas, bertujuan untuk melahirkan calon dan generasi pemimpin yang berkualitas khususnya pemuda papua untuk bisa bersaing di dunia usaha dan juga HIPMI bagaimana dapat mengkaderisasikan orang dan melahirkan pemimpin-pemimpin muda Papua. 

Kami melihat apa yang disampaikan oleh saudara Ketua Umum HIPMI belum di jalankan sepenuhnya oleh HIPMI Papua Barat, sampai saat ini belum ada kontribusi nyata dalam membangun sumber daya manusia untuk orang asli papua agar bisa bisa bersaing dengan generasi muda di luar papua.

"bukan cuman mencari Proyek APBD maupun APBN. karena Papua Barat adalah provinsi kaya raya. Namun, modal kekayaan alam tersebut belum dioptimalkan untuk masyarakat terutama pengusaha muda papua."

Sejauh yang kami lihat selama ini, HIPMI Papua Barat seperti belum memberikan ruang kepada anak anak putra Putri Daerah, padahal banyak sekali  generasi muda yang mempunyai potensi dalam dunia usaha, namun tidak ada peluang kepada mereka untuk bersaing dalam dunia usaha.

Ia berharap agar Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat dapat melakukan sosialisasi kepada Generasi mudah terlebih kusus Masyarakat Papua agar mereka bisa terjun langsung di dunia bisnis.

"Yang dibutuhkan oleh generasi muda papua adalah bagaimana tindakan nyata HIPMI bukan cuma keluyuran kesingapura terus bilang bahwa kami membawa makanan khas papua," ujar Silas.

Karena elama ini sudah jelas bahwa banyak organisasi himpunan-himpunan pengusaha mudah yang terdaftar di Papua Barat, selama ini cuman hanya mengejar proyek tanpa memberikan kontribusi untuk membangun SDM anak asli Papua, itu yang membuat kami generasi papua akan mengawal terus sampai sejauh mana kontribusi HIPMI Papua Barat terhadap putra daerah sesuai amanat Otsus, tegas Silas.


Berita Terkait