Dikatai kasar, Oknum Brimob Tembak Warga

Oleh Hanafi Tianlean

14 June 2018 16:09 2171 VIew

''Korban penembakan Oknum anggota Brimob, kini terbaring di rumah sakit guna menjalani perawatan''

Sorong arfaknews.com- Oknum Anggota Brimob, Sorong Kota, Papua Barat, melakukan penembakan terhadap warga berinsial (FK) diJembatan Puri Klademak II, Partai Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (13/6).

"Oknum Brimob usai melakukan penembakan, menjadi korban pengroyokan oleh FK," kata Kapolda Papua Barat,  Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja melalui Kabid Humas,  AKBP Hary Supriyono membernarkan peristiwa tersebut.

Dijelaskan, kejadian ini bermula ketika, oknum Brimob sedang melakukan pengamanan Dijembatan Puri itu. saat itu korban FK ini mengeluarkan kata-kata kasar ke Oknum anggoyt Brimob yang sedang bertugas dengan mengatai  Brimob mata uang.

mendengar kata kasar dilontarkan FK,  oknum Brimob lalu menghampiri FK, lalu menyampaikan kenapa bilang kaya begitu, " jelasnya.

Dia menuturkan, korban penembakan  FK sempat  mengamuk dan membongkar lapak jualan, bahkan Brimob sempat menegur FK, kenapa kamu bongkar jualan. Saat itu pula FK melakukan pemukulan dan pengroyokan terhadap oknum brimob

"Akibat korban dikroyok FK, Oknum Brimob lansung membuang tembakan perigatan," katanya.

Akibat insiden peristiwa itu, FK mengalami luka di bagian perut sebelah kanan dengan tembakan peluru karet . Sedangkan oknum brimob mengalami luka sobek dibagian mulut dan luka lebam, pipi kanan dan luka lecet bagian lutut sebelah kiri.

Sementara itu, Ketua Dewan Adat Papua (DAP)  wilayah III Doberay Paul Finsen Mayor menuturkan,  menyanyankan kececewaan terhadap tindakan yang dilakukan oknum Anggota Brimob.

" Kami sangat kecewa atas tindakan dilakukan oleh oknum Brimob  berinisial S dimana melakukan penganiyaan terhadap FK," tuturnya.

Menurutnya, Oknum S melakukan tindakan tersebut melanggar hak Asasi Manusia (HAM).Kami minta agar di Proses hukum dan dipecat dalam kesatuanya.

Kami minta agar oknum bersangkutan di proses hukum berlaku di NKRI, jangan tebang pilih dalam penanganan kasus ini kami ingin melihat sejauah mana keseriusan Polda Papua Barat penanganan kasus tersebut.

Secara terpisah, FK mengatakan kronologis kejadian setiap kali kami kerja ,oknum brimob itu melarang. sebab di ketahui oknum brimob ini juga minta supaya dia di gaji.

"Karena Oknum Brimob minta satu perahu minta 300 ribu, kita mau mau kerja itu dilarang setiap hari oleh oknum tersebut,

Dia menuturkan, tadi pagi hari oknum taruh senjata di atas kepala saya, karena dua oknum anggota Brimob dan Tentara pukul saya. saat itu saya ditembak sempat saya melakukan perlawanan terhadap kedua oknum bersangkutan lansung lari dan menyalamatkan dirinya.

"Saya ditembak dibagian perut dan pukul dengan senjata dibagian kaki, banyak kali keluarkan bunyi tembakan diatas akibat bunyi tembakan itu  saya  lari lombat dan lompat dilaut menyelamatkan diri Kejadian sekitar 6.00 pagi harinya, ujarnya


Berita Terkait