Belum Digaji 10 Bulan, Dokter dan Bidan PTT Ngadu ke DPRD Manokwari

Oleh James Aisoki

07 May 2018 17:09 2601 VIew

''Puluhan petugas medis (PPT) di Manokwari, Senin (7/5), mengadukan nasibnya ke DPRD Manokwari. Foto : James Aisoki, arfaknews.com''

Manokwari, arfaknews.com – Puluhan petugas medis PPT di Manokwari, Senin (7/5), mengadukan nasibnya ke DPRD Manokwari. Mereka mengaku belum mendapat gaji dalam 10 bulan terakhir.

Kedatangan petugas medis di Gedung DPRD Sogun, diterima Wakil Ketua I  DPRD Manokwari, Frengky Awom, besama anggota dewan, diantaranya, Trisep Kambuaya, Ayu Bataray, Romel Tapilatu, Eli Wanma, Herda Tumuka dan Imam Muslih. Hadir pula KepalaBadan Kepegawaian Daerah (BKD) Anton Renyaan.

Berdasarkan SK CPNS, status mereka terhitung hingga Bulan Mei 2017. Namun mereka tidak menerima gaji sejak bulan Maret hingga November 2017.

“Kami adalah dokter dan bidan CPNS dengan status Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari Kemenkes. Dan, SK kami berakhir di Bulan Mei, namun kami tidak terima gaji sejak bulan Maret 2017. Nanti pada bulan Desember kami terima,” aku Dr. Shapira, mewakili 14 dokter dan 44 bidan PTT.

Lanjutnya, hal ini sudah ditanyakan, namun gaji bulan Desember disebut bendahara dibayar sekalian dengan gaji bulan sebelumnya.

“Gaji standar saya adalah 80 persen dari ASN atau PNS, yakni Rp. 2,5 Juta. Selama 10 bulan belum dibayar, terhitung sejak Maret hingga November 2017,” paparnya.

Tak hanya soal pembayaran gaji, namun mereka juga meminta untuk ikut dalam prajabatan. Jika tidak, status CPNS mereka dibatalkan karena hanya berlaku dua tahun sejak Tahun 2015 lalu.

 


Berita Terkait